Rabu, 28 Februari 2018

Tips Merawat Burung Cucak Jenggot Agar Rajin Bunyi

Burung Cucak Jenggot adalah kerabat dekat Burung Kutilang yang menjadi salah satu favorit kontes. Namun, burung ini juga kerap dijadikan master isian untuk burung ocehan lainya. Mengacu pada namanya, Habitat Cucak Jenggot, pasti yang masih awam akan dunia burung akan dikaitkanya dengan cucakrawa. Memang burung ini masih satu keluarga, akan tetapi untuk masalah pamor masih kalah dibandingkan dengan Cucakrawa.


Tips Merawat Burung Cucak Jenggot Agar Rajin Bunyi
Burung Cucak Jenggot adalah burung lomba, seperti halnya Burung Kenari, Burung Lovebird, Cucak Hijau, Cendet/Pentet, atau Burung Pleci. Untuk menghasilkan Cucak Jenggot yang berkualitas dibutuhkan perawatan yang tepat dan benar. Perawatan yang benar akan lebih cepat berhasil jika Cucak Jenggot masih bakalan/anakan. Semakin dini treatment dilakukan, maka kemungkinan menghasilkan Cucak Jenggot yang berkualitas juga lebih besar.

Cara Merawat Burung Cucak Jenggot Agar gacor


Memiliki burung yang gacor adalah suatu keharusan bagi pecinta burung, mempunyai Cucak Jenggot gacor akan sangat membuat pemiliknya bahagia terutama saat mendengar besetannya yang tajam. Untuk itu para pemelihara Cucak Jenggot harus mengetahui tips untuk membuat burung Cucak Jenggot agar bisa rajin berbunyi. Apalagi kalau burung Cucak Jenggot yang dipelihara masih liar, perawatannya harus maksimal agar Cucak Jenggot anda bisa jinak dan gacor.

Untuk perawatannya, pertama anda harus rajin memberikan terapi mandi malam pada burung Cucak Jenggot, bisa dengan menggunakan karamba ataupun disemprot hingga basah kuyup. Melakukan pengembunan pada burung Cucak Jenggot, bisa dengan cara mengeluarkan burung pagi-pagi hari sekali sekitar pukul 5. Setelah itu burung langsung dimandikan menggunakan Shampo Jatijajar karena Shampo Jatijajar ini dapat membantu melembutkan bulu pada burung.

Semprotkan air yang sudah dicampurkan Shampo Jatijajar pada burung hingga basah kuyup dan diangin-anginkan sekitar 15 menitan baru setelah itu dikerodong (fungsi kerodong disini maksudnya untuk menghindari burung terkena sinar matahari dulu) atau bisa juga langsung diangin-anginkan di dalam rumah kalau burung tidak terbiasa di kerodong. Buka kerodong sebelum jam 8 pagi atau bisa juga dengan mengeluarkan burung sebelum jam 8 untuk dijemur.

Terapi mandi malam secara rutin juga bisa diterapkan pada burung Cucak Jenggot, terutama burung yang masih dalam kondisi bakalan / muda hutan, juga pada burung yang mengalami macet bunyi. Untuk memberikan hasil maksimal, mandi malam juga perlu diikuti treatment lain seperti pemberian pakan yang tepat. Itu semua harus dilakukan agar burung peliharaan kita mau berbunyi dengan rajin.

Selain mandi malam, ada hal lain yang bisa membantu meningkatkan performa suara Cucak Jenggot, yaitu pemberian pakan tambahan. Ada pakan tambahan yang bisa diberikan, yaitu potongan jahe yang dimasukkan ke dalam perut jangkrik.

Jika burung cucak jenggot menggemari jangkrik, Anda bisa mencoba cara ini. Masukkan jahe yang dipotong kecil-kecil seukuran voer burung ke dalam bagian perut jangkrik, sebelum jangkrik diberikan kepada burung. Pemberian jangkrik dilakukan ketika burung sedang dianginkan usai mandi malam.

Tambah cepuk minum buat burung cucak jenggot jadi ada dua cepuk minumnya satu berisi air biasa satu lagi berisi air madu. Sedangkan untuk membuat suara burung cucak jenggot terdengar lebih kristal bisa dengan jalan berikan air teh yang tidak begitu manis dicampur dengan setengah potong perasan air dari jeruk nipis, diberikan 2 kali seminggu.

Demikianlah artikel saya tentang perawatan burung cucak jenggot agar bisa rajin gacor. Semoga bermanfaat bagi anda pecinta burung berkicau.
Google Ads

 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top