Burung Sirtu merupakan tipe burung yang sedikit sulit ditaklukan jika dipelihara di dalam sangkar rumah, apalagi jika burung merupakan burung bahan tangkapan hutan, pasti akan lebih sulit lagi untuk dijinakkan. Masalah dan keluhan yang sering diungkapkan oleh pecinta burung Sirtu adalah burung jadi macet bunyi dan tidak mau berkicau dalam waktu yang cukup lama dan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan.
Suara kicuan khas dari burung Sirtu memang bisa membuat kita merasa seperti berada di alam liar. Di hutan-hutan pinggiran kota atau daerah yang banyak ditumbuhi pohon tinggi, mereka sering bersahut-sahutan dengan burung Kepodang atau Bincarung. Ada yang menjuluki Sirtu sebagai Kepodang kecil. Burung-burung ini sering bercengkerama di dahan pohon tinggi, dan sesekali mencari makanan di semak-semak belukar maupun tanaman rendah. Karakter burung ini sebenarnya mudah bersosialisasi. Namun di habitatnya, mereka lebih sering terlihat sendirian atau berpasangan.
Suara kicuan khas dari burung Sirtu memang bisa membuat kita merasa seperti berada di alam liar. Di hutan-hutan pinggiran kota atau daerah yang banyak ditumbuhi pohon tinggi, mereka sering bersahut-sahutan dengan burung Kepodang atau Bincarung. Ada yang menjuluki Sirtu sebagai Kepodang kecil. Burung-burung ini sering bercengkerama di dahan pohon tinggi, dan sesekali mencari makanan di semak-semak belukar maupun tanaman rendah. Karakter burung ini sebenarnya mudah bersosialisasi. Namun di habitatnya, mereka lebih sering terlihat sendirian atau berpasangan.
Merawat Burung Sirtu Hasil Tangkapan
Begitu menemukan lokasi baru, Sirtu akan mengeluarkan suara kicauan khasnya, yang merupakan penanda bahwa dia ada di lokasi tersebut. Karena bukan burung teritorial, maka dalam satu wilayah bisa terdapat beberapa ekor Sirtu lainnya. Tetapi, setelah ditangkap biasanya Sirtu lebih banyak diam dan tidak mengeluarkan bunyi.
Meskipun memiliki tubuh kecil, burung yang memiliki nama berbeda-beda pada tiap daerah seperti Sirtu, Sirdung serta Cipow ini sangat indah suara kicauannya. Burung yang memiliki warna bulu hijau muda dan warna hitam dan putih pada sayapnya ini juga dapat bergaya layaknya burung kacer saat bertarung. Namun untuk mendapatkan kualitas burung Sirtu yang baik dan gacor tentu hal utama yang perlu diperhatikan adalah perawatan.
Cara Merawat Burung Sirtu Hasil Tangkapan
Sebenarnya perawatan burung sirtu agar gacor tidak jauh berbeda dengan merawat burung berkicau jenis lainnya. Yang perlu diperhatikan adalah ketahui karakter burung terlebih dahulu, misalnya jika burung yang anda peroleh dari hasil tangkapan hutan maka penting hal penting yang pertama untuk dilakukan adalah melatih sirtu untuk dapat memakan voer dan menjinakkannya.
Jika burung baru saja dibawa pulang, lebih baik sangkar kita kerodong full selama kurang lebih 1 mingguan dengan pakan kroto atau ulat kandang yang selalu tersedia dan terpantau jangan sampai kehabisan. Jangan coba-coba mengadu atau menjejerkan burung Sirtu dengan burung sejenis yang sudah gacor, jika dipaksakan dan burung kalah mental justru akan berakibat fatal karena burung bahan akan menjadi macet bunyi.
Setelah burung melalui masa penyesuaian selama beberapa hari, burung bisa mulai diembunkan pagi hari. Akan lebih baik jika burung diembunkan di pepohonan yang rindang atau dikerek di ketinggian di pohon dengan sebelumnya diberi pakan Ulat Hongkong putih sebanyak 3-4 ekor. Selesai pengembunan dan penjemuran, burung kita beri kroto 1 Sdm dan dilanjut dengan digantang di teras-teras rumah atau di dalam rumah di tempat yang sejuk dan nyaman.
Jika ingin lebih cepat memancing burung Sirtu berbunyi dengan siulannya yang khas, sangkar Sirtu bisa Anda gantang di dekat kamar mandi atau di tempat yang sering terdengar suara gemricik air mengalir. Biasanya burung akan terpancing berbunyi jika mendengar suara gemricik air kran. Selain didekatkan dengan suara gemricik air supaya Sirtu terpancing bunyi, menyediakan burung lain yang bersuara gacor juga diperkenankan namun jangan diperlihatkan langsung. Burung lain yang bisa dipergunakan untuk memancing Sirpu berbunyi bisa burung Rambatan, Prenjak, burung Ciblek atau burung Sirpu betina.
Lakukan perawatan semaksimal mungkin, agar burung Sirtu anda menjadi jinak dan gacor. Demuikian artikel dari saya tentang perawatan burung Sirtu, semoga bermanfaat bagi anda semua.

